1. MHMMD untuk Pemda/birokrasi Pelatihan MHMMD untuk aparatur dan pegawai pemda merupakan pengalaman yang sangat berharga. Sejumlah pemda tingkat provinsi dan kabupaten telah sampai pada kesimpulan bahwa pelatihan ini penting untuk dianggarkan di APBD mereka. Mereka berpendapat, bila untuk pembangunan fisik saja mereka rela menganggarkan dana sangat besar maka sudah sewajarnya ada anggaran yang sama untuk pembangunan SDM yang notabene-nya merupakan inti dan tujuan pembangunan itu sendiri.
2. MHMMD untuk Pegawai Kami bersentuhan dengan peserta dari perusahaan swasta, BUMD, dan BUMN mulanya pada pelatihan MHMMD Publik. Setelah itu, bergulir permintaan in-house untuk sejumlah BUMD dan BUMN. Salah satu BUMN yang kemudian menjadikan Pelatihan MHMMD sebagai salah satu Program Pelatihan wajib bagi seluruh karyawannya adalah PT Pembangkitan Jawa Bali (PT PJB) anak perusahaan PLN. Mereka melatihkan MHMMD kepada 1300 orang karyawan mereka sepanjang 2005-2006 di Purwakarta, Surabaya, Jogyakarta, dan Malang. 3. MHMMD untuk Guru Dunia pendidikan adalah segment pertama yang menyambut dengan sangat antusias pelatihan MHMMD. Untuk guru, pelatihan MHMMD memberikan angin segar dan asupan gizi pemahaman konsep yang komprehensif di tengah berbagai kegamangan dunia normatif yang mereka geluti selama ini. Mereka seperti menemukan sesuatu yang entah telah berapa lama mereka nantikan: sebuah pelatihan holistik-integratif yang mampu menjadikan mereka subyek bermakna baik bagi diri, keluarga, sekolah, maupun masyarakat mereka. Oleh karena itulah, MHMMD menjadi pelatihan utama dalam pelatihan Gerutas ICMI (Gerakan Guru Berkualitas) bersama dua lembaga lainnya.
4. MHMMD untuk Mahasiswa Banyak pihak mengatakan, salah satu komponen bangsa yang harusnya mengambil banyak manfaat dari pelatihan MHMMD adalah mahasiswa. Sebagai agent of change mereka harusnya berada di garda terdepan proses perubahan di dalam seluruh lapisan masyarakat. Kini sejumlah perguruan tinggi menerapkan pelatihan MHMMD sebagai pengganti kegiatan ospek gaya lama. Demikian pula sejumlah program kaderisasi di tubuh BEM di beberapa PT dan pembekalan kader-kader pemimpin mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi juga sudah menerapkan MHMMD sebagai materi inti.
5. MHMMD untuk Perempuan Perempuan adalah tiang negara. Oleh karena itu, segment ini juga menjadi sangat strategis. MHMMD Perempuan bermula dari Semiloka 3 kota: Jakarta, Surabaya, dan Makassar (2004). Tahun 2005, diadakan pelatihan MHMMD untuk 100 perempuan dari seluruh kabupaten dan berbagai elemen masyarakat (DPRD, eksekutif, LSM, majelis taklim, guru, PKK) di Mataram, NTB dengan dana dari Sofei (Support office for Eastern Indonesia), Bank Dunia. Tahun 2006, pelatihan kembali diadakan untuk 100 perempuan di Kendari, Sultra. Setelah pelatihan, mereka kemudian memiliki aktivitas nyata untuk masyarakat sesuai kebutuhan di kabupaten masing-masing.
6. MHMMD untuk Siswa Tidak berlebihan bila siswa adalah segmentasi yang paling potensial. Sebagai salah satu cara mempersiapkan masa depan, pelatihan MHMMD sangat diperlukan oleh para siswa SMA maupun SMP. Segmentasi ini mestinya merupakan segmentasi yang paling heboh dan massif karena berprospek luar biasa besar. Betapa tidak, tunas bangsa ini memerlukan arahan yang pasti dan kesempatan asistensi hidup yang terarah. Satu pertanyaan saja: cita-citamu apa? Sudah akan membuat mereka bingung. Untuk itulah MHMMD hadir untuk mereka. Agar sejak dini mereka memahami apa yang harus mereka persiapkan untuk masa depan mereka nanti. |