Home
MHMMD HADIR DI SERAMBI MEKAH PDF Cetak E-mail
Ditulis oleh fahrizal   
Wednesday, 25 June 2008

Allahu Akbar! Akhirnya, Tim MHMMD Training Center mendapatkan kesempatan berlatih di Tanah Rencong, Serambi Mekah yang empat tahun lalu dilanda bencana tsunami yang hebat. MHMMD Training Center akan membantu Tim Program Purnabakti Pegawai BRR NAD-Nias melatihkan materi MHMMD kepada pegawai-pegawai BRR. 

Badan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (BRR) NAD – Nias dibentuk sebagai penggerak utama pembangunan kembali Nangroe Aceh Darussalam (NAD) dan Nias untuk waktu 4 tahun. Setelah itu, BRR NAD – Nias akan berakhir dan dengan sendirinya putus hubungan kerjanya dengan seluruh pegawainya.

            Sebelum waktu itu tiba, maka diperlukan persiapan menghadapi masa purnabakti tersebut. Oleh karena itulah di BRR dibentuk Tim Purnabakti yang menyusun berbagai aktivitas dalam rangka persiapan menghadapi purnabakti. Salah satu programnya adalah pembekalan Life Plan Workshop. Dalam hal ini, BRR bekerja sama dengan PT. Menata Derap Indonesia pemegang hak pelatihan Mengelola Hidup Merencanakan Masa Depan (MHMMD).

Apa hubungan Program Purnabakti Pegawai dengan MHMMD?  Satu pertanyaan mendasar, apa yang akan mereka lakukan setelah tidak lagi bekerja di BRR? Apakah hidup berhenti bagi mereka? Tentu tidak. Mereka adalah putra-putri Nangroe Aceh Darussalam yang pada gilirannya nanti akan mengambil alih tongkat estafet kepemimpinan. Di pundak merekalah tanggung jawab pembangunan NAD selanjutnya. Oleh karena itulah, pemberian bekal untuk menghadapi masa tersebut menjadi sebuah keniscayaan.

Pelatihan MHMMD Angkatan 1 dilaksanakan di Balai Latihan Kesehatan, Jantho, Aceh Besar, 18-20 April 2008. Pelatihan diikuti oleh 33 orang peserta yang terdiri atas 12 orang laki-laki dan 21 orang perempuan dari berbagai unit kerja di BRR. Jumlah tersebut merupakan realisasi dari ekspektasi 48 orang yang mendaftarkan diri.

Setiap angkatan pasti istimewa. Terlebih lagi bila yang kali pertama, pada satu rangkaian inhouse atau pelatihan di daerah tertentu. Nuansa dialektik yang coba dibangun selalu saja ingin mendasarkan pada asumsi-asumsi atas sejumlah protipe yang belum tentu benar. Itulah yang terjadi pada pertemuan pertama, kurang lebih. Tim MHMMD dan peserta sama-sama mencoba memahami peran masing-masing dalam kerangka acuan yang bisa jadi sangat beragam sesuai dengan sejumlah faktor pada setiap orang.

Hasilnya? Luar biasa! “Selama ini saya tidak pernah memikirkan ke depan saya ke mana dan apa yang akan saya lakukan. Tapi dengan mengikuti pelatihan MHMMD saya sadar bahwa potensi yang ada selama ini saya harus mewujudkannya. Dan saya tidak mau kesempatan besar yang ada di depan saya, saya sia-siakan,” komentar Verdian Isny.

Dua puluh lima hari kemudian, tepatnya 16-18 Mei 2008, pelatihan Angkatan ke-2 dilaksanakan di Sekolah Polisi Negara (SPN) Seulawah, Aceh Besar. Hadir 39 orang dari 48 orang yang mendaftar, terdiri atas 23 orang laki-laki dan 16 orang perempuan dari berbagai unit kerja. Pelatihan ini sangat special. Bagaimana tidak, dua malam kami mendapatkan suasana latihan polisi lengkap dengan salakan senapan mesin dan granat, bahkan untuk membangunkan kami untuk muhasabah. Luar biasa, ya!

Mencoba lokasi pelatihan baru memang selalu saja menghadirkan sensasi-sensasi berdasarkan kebaruan dan ketakjuban atas sejumlah fenomena dan hal yang tak terduga sebelumnya. Bayangkan, teriknya matahari Seulawah mampu membuat ubun-ubun seperti dipijit-pijit dan semua itu hanya dapat dikalahkan oleh semangat untuk mendapatkan sesuatu yang berharga selama 3 hari. Di antara semangat 373 orang taruna SPN yang menggelora di setiap sessi latihan mereka di bawah langit yang seakan-akan bolong, semangat 39 peserta pun demikian. Setiap sessi pelatihan tidak pernah berlangsung tanpa apresiasi dan pencapaian maksimal yang mungkin mereka berikan dan dapatkan. Tim MHMMD  merasa sangat terbantu dengan semangat peserta yang sangat luar biasa tersebut.

Mau tahu salah satu komentar mereka? “Pengalaman yang tidak pernah saya lupakan seumur hidup saya. MHMMD dapat memberikan petuah-petuah yang ampuh untuk mengelola hidup dan merencanakan masa saya agar lebih terfokus. Selain mengarahkan tujuan hidup, MHMMD juga dapat menyadarkan kita untuk dapat mengintrospeksi diri terhadap Allah SWT, terhadap orang tua, dan terhadap keluarga serta masyarakat,” ujar Ira Damayanti.

Bapelkes, Jantho, Aceh Besar, kembali digunakan untuk menggelar pelatihan Angkatan ke-3 pada tanggal 23 - 25 Mei 2008. Diikuti oleh 30 orang peserta yang terdiri atas 22 orang laki-laki dan 8 orang perempuan. Merekalah yang hadir dari 42 orang yang mendaftarkan diri.

Suasana pelatihan sangat luar biasa di Angkatan ke-3 ini. Inilah salah satu angkatan yang menantang tim trainer untuk benar-benar menjadi climber untuk pencapaian tujuan pelatihan. Apresiasi yang luar biasa dari 30 orang peserta memberikan spirit perjuangan yang tak kenal lelah dari enam orang tim MHMMD dengan dukungan penuh teman-teman PJK Unsyiah dan Tim Purnabakti BRR.

Inilah pelatihan ke-2 yang dibuka secara langsung oleh Direktur PJK Unsyiah, Bapak Saminan Ismail setelah sebelumnya juga membuka dengan resmi pelatihan di SPN, Seulawah. Beliau mengatakan, pelatihan ini sangat penting dan strategis serta dilakukan pada saat yang tepat di Nangroe Aceh Darussalam. Masyarakat NAD memang sangat membutuhkan pelatihan seperti ini. Oleh karena itulah, beliau berpesan kepada para peserta untuk menyerap semua pelajaran yang diberikan karena memang sangat penting.

“Sebuah perubahan senantiasa dimulai dari sesuatu yang positif. Inilah yang menjadi starting point penuh sentuhan ala MHMMD (dibuktikan dengan Lembar Kerja 01). ‘Sukses bangsa adalah akumulasi sukses individu’ adalah pesan maha dahsyat yang saya ejawantahkan dalam keyakinan; gali dan temukan potensi terbaik Anda, teruskan dalam bentuk kebaikan-kebaikan kepada orang lain, sehingga di akhir nanti, kita akan berada pada satu lingkaran kebaikan yang sama, untuk menjadikan bangsa kita sukses.

Terima kasih MHMMD atas pencerahan ini. Saya merasa terlahir kembali sebagai manusia yang setiap detiknya diisi untuk berbuat yang terbaik bagi umat manusia, bakti saya sebagai khalifah di bumi Allah,” demikian paparan Peserta Terpavorit, Mirisa Hasfaria. Ketua Angkatan ke-3, Jumiadi, pun berpesan agar seluruh rakyat Indonesia agar bisa mendapatkan pelatihan MHMMD.

Tim MHMMD yang berdedikasi pada tiga angkatan tersebut terdiri atas Fahrizal, Seno Hadi Sumitro, Arie Rihardini Sundari, Raden Ahmad Idham, Virta Dimas Catur Diputra, Dilla Anggraini, Siti Muchlisoh, Irma Himmatul Aliyah, Ade Irfansyah, Zulfikar Alie, dan Ganjar Wibisono. Mereka sangat berterima kasih atas kerja sama yang luar biasa kompak dari Tim Purnabakti Pegawai BRR dan PJK Unsyiah. Inilah kerja tim yang luar biasa. Do the best! Semoga setitik upaya kita membuahkan kebaikan yang berlipat ganda untuk kejayaan Indonesia. Masa depan hanya milik orang-orang yang berani memilikinya. Indonesia, harus lebih baik! Insya Allah! (rzl)

 

 
Berikutnya >

Sukses Bangsa adalah akumulasi Sukses Individu

Marwah Daud Ibrahim

THE POWER OF PLANNING

 

 
Syndicate
Silaturahim
Latest Message: 3 minutes ago

You have to login before you can shout!