Pelatihan MHMMD Bagi Anak Didik (ANDIK) Putra & Putri Lembaga Pemasyarakatan Anak
Tangerang, 17-19 Oktober 2006
Subhanallah! Penjara Tangerang sudah terkontaminasivirus. Tapi, bukan virus mematikan, justru inilah virus yang telah membuatAnak Didik penghuni Lapas Anak Putra dan Putri menjadi lebih optimis menatap hari-hari mendatang. Virus itu bernama MHMMD, virus yang telah membuat ribuan orang di republik ini menjadi sadar tentang potensi dirinya, mau bergegas menetapkan fokus hidup, dan membuat rencana dan menekuni proses dengan istiqomah.
Pada kesempatan pertama, 17-19 Oktober 2006, 40 orang Anak Didik (andik) Lapas Anak Putra Tagerang berkesempatan berlatih MHMMD. Sinar mata, keantusiasan, dan semangat mereka seakan-akan menyiratkan bahwa inilah kali pertama mereka mendapatkan sentuhan yang komprehensif tentang masa lalu, masa kini, dan masa depan mereka. Tidak sedikit yang kemudian menitikkan air mata manakala tersadar kalau mereka masih punya masa depan.
Hati siapa yang tidak terenyuh membaca kesan mereka seperti ini: "Jujur, tadinya saya udah putus asa pada cita-cita saya ini. Tapi, setelah ikut kegiatan MHMMD saya jadi berpikir panjang. Saya harus mencapai cita-cita saya," ujar Jamaludin, kelahiran Karawang, 16 Juli 1988. Selamat berjuang, Dik!
"Jujur, tadinya saya udah putus asa pada cita-cita saya ini. Tapi, setelah ikut kegiatan MHMMD saya jadi berpikir panjang. Saya harus mencapai cita-cita saya," ujar Jamaludin, kelahiran Karawang, 16 Juli 1988. Selamat berjuang, Dik! Pada kesempatan berbeda, 12-14 Februari 2007, 42 orang Anak Didik Lapas Anak Putri Tagerang kini mendapatkan giliran berlatih MHMMD. Adik-adik yang berumur antara 17-23 tahun dengan antusias mengikuti pelatihan MHMMD selama tiga hari. Dengan tingkat partisipasi yang luar biasa, para andik serius mengikuti pelatihan yang dipandu trainer Raden Ahmad Idham dan Siti Muchlisoh. Semua merasa senang dan tercerahkan.
Terima kasih, Kak Trainer! "Sebelumnya, saya nggak PD kalo ada seseorang yang bertanya tentang mimpi saya. Tapi, setelah mengikuti pelatihan MHMMD saya mereasa bahwa impian itu sangat berarti dalam hidup saya," tulis Ika Nurcahyani ketika diminta menyampaikan kesan-kesannya setelah mengikuti pelatihan.
Pelatihan di Lapas Anak Tangerang ini dapat terlaksana berkat kerja sama antara MHMMD Training Center dengan Persatuan Keluarga Berencana Indonesia (PKBI). Inilah salah satu titik berharga bagi MHMMD, dengan program Berbagi Kasih, kami berkesempatan menyapa dan saling memberi semangat kepada sebanyak mungkin tunas-tunas bangsa tentang pentingnya memiliki fokus hidup dan memiliki keterampilan mengurai rencana dan prosesnya. Semoga perjalanan ini menjadi salah satu bentuk amal soleh kita semua. Amin. Insya Allah! (Rzl)